Penyebab Lampu di rumah sering Putus, dan cara mengatasinya

Posted on

Hallo kita berjumpa kembali…

Masalah lampu dirumah sering putus disebabkan oleh berbagai faktor, seperti Tegangan listrik tidak stabil, Kabel longgar, Fiting lampu longgar, Lampu kurang bagus, dan berbagai penyebab lainnya.
Mungkin sebagian dari anda pernah atau bahkan saat ini sedang mengalami masalah lampu di rumah sering putus, apakah itu lampu kamar mandi, kamar tidur, ruang tamu atau lampu ruangan lainnya, atau mungkin seluruh lampu dirumah anda sering putus.

Pastinya hal ini sangat membuat anda jengkel dan mengakibatkan pengeluaran biaya membeli lampu menjadi lebih boros.

Padahal semestinya jika dilihat dari spesifikasi life time (lama pemakaian) berbagai lampu yang kita gunakan, ada yang mencapai 8000 jam, 10000 jam, dan bahkan ada yang bisa mencapai 15000 jam.

Tentunya jika melihat dari spesifikasi lama pemakaian lampu tersebut, jika 8000jam dan lampu dinyalakan selama 10 jam perhari, maka umur lampu tersebut bisa mencapai 800 hari atau hampir 3 tahunan.

Namun mengapa hanya dalam beberapa hari saja ada lampu di rumah kita yang sudah putus?
Apakah spesifikasi umur lampu yang tertulis tersebut hanya janji manis produsen lampu semata?
Lalu, kenapa sebagian lampu lainnya dengan merek dan spesifikasi yang sama, dapat terus menyala sampai bertahun-tahun?

Masalah lampu di rumah sering putus ini terjadi karena beberapa penyebab, tak hanya kualitas dari lampu yang kita gunakan, namun ada beberapa penyebab lainnya yang sering menyebabkan lampu di rumah sering putus.
Baca juga: Cara Memasang Fiting Lampu, saklar, Stopkontak, MCB

Untuk itu, pada kesempatan kali ini kita akan coba menjelaskan beberapa penyebab lampu dirumah sering putus, dan bagaimana solusinya.

Sebelum menentukan penyebab dan solusi dari masalah lampu dirumah sering putus, kita harus memastikan terlebih dahulu apakah lampu dirumah sering putus terjadi pada seluruh lampu yang ada di rumah kita, atau hanya terjadi pada sebagian atau salah satu lampu saja?

Artkel Terkait  Pola keruangan desa dan kota Desa Definisi desa menurut Bintarto (1977) adalah suatu perwujudan geografi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis, politik, dan budaya di suatu wilayah dalam hubungan dengan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain. Sedangkan menurut undang-undang No. 5 tahun 1979 tentang pemerintah daerah, desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia. Unsur-unsur desa: 1. Lokasi: luas dan batas wilayah serta penggunaannya 2. Penduduk: jumlah, pertumbuhan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian 3. Tata kehidupan: pola dan ikatan pergaulan sesama penduduk desa 4. Keadaan tanah dan iklim: mempengaruhi hasil dari lahan pertanian 5. Keadaan bentang alam: sebaran desa di daerah yang datar lebih maju Klasifikasi desa: Berdasarkan tingkat perkembangan masyarakat : a. Desa tradisional Ciri-ciri desa tradisional: - Masyarakatnya masih terasing - kebutuhan hidup masih tergantung pada alam - masih terikat adat istiadat - bermatapencaharian sama - kehidupan sosial masih tertutup - wilayah masih terisolasi b. Desa swadaya Ciri-ciri desa swadaya: - wilayahnya terisolir - penduduknya jarang - bersifat tertutup - bermata pencaharian sama - hubungan sosial yang erat - kurangnya sarana dan prasarana c. Desa swakarya Ciri-ciri desa swakarya: - wilayah tidak terisolir - tidak terikat adat istiadat - mulai mengenal teknologi - sarana dan prasarana memadai - lalu lintas lancar d. Desa swasembada Ciri-ciri desa swasembada - Berlokasi di ibukota dan kecamatan - Penduduk padat - Tidak terikat dengan adat istiadat - Sudah memiliki fasilitas yang maju Berdasarkan bentuk ikatannya: a. Desa geneologis, contoh masyarakat Minangkabau b. Desa territorial, contoh masyarakat Jawa dan Madura c. Desa campuran, contoh masyarakat Sumatera Berdasarkan keadaan topografi desa: a. Desa yang wilayahnya datar, transportasi dilakukan dengan mobil, truk, dokar, atau delman. b. Desa yang wilayahnya kasar atau berbukit, transportasi dilakukan dengan kendaraan berat, kuda, ruk, dan pesawat terbang. Berdasarkan unsur letak desa: 1. Pada umumnya menjauhi kota 2. Desa yang dekat dengan kota lebih maju 3. Letak desa berjauhan satu sama lain 4. Perjalanan dari desa ke desa menjauhi kota 5. Lingkungan geografi terletak pada daerah dengan air tanah dangkal 6. Alat transportasi wilayah ini dengan kuda dan kendaraan berat Potensi desa untuk Negara Potensi yang dimiliki desa meliput sumber daya alam dan sumber daya manusia. Potensi tersebut berupa potensi fisik dan non fisik. 1. Potensi fisik meliputi iklim dan cuaca, flora dan fauna, juga tanah dan air 2. potensi non fisik meliputi masyarakat desa, Lembaga-lembaga sosial desa, dan aparatur desa Fungsi desa untuk Negara 1. Desa sebagai hinterland, desa sebagai pemasok kebutuhan karena desa lebih banyak memproduksi daripada mengkonsumsi 2. Desa sebagai sumber tenaga, menyediakan jumlah tenaga kerja yang banyak 3. Desa sebagai bentuk pemerintahan, desa sebagai bentuk terkecil dari pemerintahan 4. Desa merupakan mitra, desa sebagai awal terbentuknya kota sehingga desa merupakan mitra pembangunan negara Pola persebaran desa 1. Pola memanjang (linier) Pola ini biasanya mengikuti arah jalan umum atau jalan besar, masyarakat menyebar di sisi kanan atau kiri jalan raya. 2. Pola tersebar Pola ini terjadi karena kesuburan tanah tidak merata sehingga desa tersebar tidak teratur 3. Pola menyebar Pola ini terjadi karena permukaan wilayah yang kasar sehingga masyarakat menjadi menyebar Kota Menurut Permendagri No. 4 Tahun 1980 kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrasi wilayah seperti kotamadya dan kota administrative. Kota juga berarti suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris. Sedangkan menurut UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, kota adalah Kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi Kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Kota biasanya mengelilingi pusat-pusat daerah kegiatan (PDK), sedangkan wilayah di luar daerah kegiatan disebut selaput inti kota (SIK). Pengelompokkan unit kegiatan di kota yaitu: 1. sentralisasi, kegiatan mengelompok pada suatu titik atau tempat menjadi pusat daerah kegiatan. Keramaian terjadi pada siang hari karena fasilitasnya berupa kantor, bank, toko, dll. 2. nukleasi, sama seperti PDK 3. desentralisasi, kegiatan menjauhi titik utama sehingga menimbulkan pusat-pusat baru 4. segregasi, kelompok perumahan-perumahan yang terpisah karena perbedaan sosial Unit kegiatan yang terjadi di perkotaan sebagai berikut: a. Pertokoan b. Perumahan c. Pemerintahan d. Stasiun e. Pasar f. Sekolah g. Hiburan dan rekreasi Interaksi kota Interaksi yang positif di kota: 1. Pengetahuan penduduk desa meningkat karena adanya sarana Pendidikan 2. Para guru dapat memperoleh pengetahuan yang luas sehingga dapat menjadi penggerak kemajuan warga 3. Teknologi pertanian dan peternakan meningkatkan hasil produksi 4. Banyaknya para ahli sehingga dapat melestarikan lingkungan desa Interaksi yang negative di kota: 1. Banyak lapangan kerja di kota sehingga tenaga kerja untuk pertanian berkurang 2. Tata guna lahan di pedesaan berubah karena perluasan kota 3. Penetrasi kebudayaan kota ke desa 4. Masalah pangan, pengangguran, dan lingkungan Interaksi kota di bidang ekonomi dan sosial budaya 1. Bidang ekonomi - pangan, pakaian, dan perumahan - tenaga kerja - sumber daya alam dan energi - perindustrian 2. Bidang sosial - kepadatan penduduk - jumlah penduduk - perkembangan koperasi dan organisasi sosial - pertambahan penduduk - persebaran penduduk 3. Bidang budaya - kesenian - Bahasa - kemasyarakatan

Berbagai Penyebab Lampu dirumah sering Putus, dan solusinya

Cara mengatasi masalah lampu di rumah sering putus
Mengatasi Lampu di rumah sering putus

Jika masalah Lampu dirumah sering putus ini terjadi pada seluruh lampu di rumah kita, hal ini dapat dipastikan bahwa penyebabnya adalah Tegangan listrik yang masuk kerumah kita tidak stabil.

Tegangan listrik di rumah tidak Stabil
Tegangan listrik dirumah tidak stabil, antara lain:

  • Tegangan listrik terlalu rendah (Drop melebihi 10% dari tegangan normal)
  • Tegangan listrik terlalu tinggi (Over melebihi 10% dari tegangan normal)

Tegangan listrik dirumah yang terlalu rendah, atau terjadinya drop tegangan yang mencapai lebih dari 10% dari tegangan normal dapat menyebabkan Lampu sering putus, dan bahkan berbagai peralatan listrik maupun elektronik di rumah kita akan sering mengalami kerusakan.

Perhitungan tegangan drop adalah maksimal 10% dari tegangan normal, jika tegangan normal adalah 220Volt, maka minimal tegangan yang masih dalam toleransi adalah 198Volt, jika kurang dari 198Volt maka akan menyebabkan gangguan dan kerusakan pada alat listrik termasuk lampu sering putus.

Begitu juga jika tegangan listrik dirumah kita terlalu tinggi, melebihi 10% dari besar tegangan normal, perhitungannya adalah 220Volt + 22Volt = 242 Volt.

Jika tegangan listrik dirumah kita melebihi 242Volt, maka akan menyebabkan gangguan dan kerusakan pada alat listrik termasuk lampu sering putus.

Solusinya:
Jika tegangan listrik dirumah sering naik-turun atau tidak stabil, sebaiknya gunakan Alat pengatur tegangan otomatis atau Stabilizer tegangan (Stavol) untuk menjaga agar tegangan listrik dirumah kita tetap stabil atau normal.

Jika masalah lampu dirumah sering putus terjadi hanya pada salah satu lampu di rumah, masalah ini terjadi karena beberapa penyebab, antara lain:

Fiting Lampu rusak
Salah satu penyebab yang paling sering dan mengakibatkan salah satu lampu dirumah sering putus adalah Fiting lampu tersebut sudah rusak.

Artkel Terkait  Tips memilih Hotel yang bagus dan nyaman

Fiting lampu yang rusak seperti longgar, terminal fiting berkarat, dan lainnya akan menyebabkan Lampu tidak terpasang dengan baik pada fiting lampu tersebut, dan hal ini akan menyebabkan Lampu sering putus.

Solusinya:
Periksa Fiting lampu, dan jika terlihat rusak maka segera Ganti fiting lampu dengan yang baru dan pastikan Fiting lampu yang digunakan berkualitas bagus dan terminalnya berbahan kuningan.

Fiting lampu masuk air
Penyebab lampu sering putus lainnya adalah fiting lampu terkena air atau masuk air, masuknya air ke dalam fiting lampu terjadi karena lokasi pemasangan yang tidak tepat.

Sebagai contoh: Saat kita memasang fiting lampu pada plafon yang berbahan beton, kadang lubang kabel pada beton tersebut tidak tertutup sehingga menyebabkan saat turun hujan, air masuk melalui lubang kabel dan mengalir masuk kedalam fiting, Atau masuknya air kedalam fiting dapat juga disebabkan adanya kebocoran pada atap rumah dan mengakibatkan air masuk menuju fiting lampu.

Solusinya:
Periksa kondisi tempat pemasangan Lampu, jika terlihat ada celah masuknya air, atau ada atap yang bocor dan mengakibatkan air masuk ke fiting saat hujan, maka segera perbaiki kebocoran tersebut.

Atau pindahkan lokasi pemasangan lampu pada tempat yang benar-benar kering dan tidak ada kemungkinan air masuk ke fiting lampu.

Kabel longgar
Selain fiting lampu yang rusak, Kabel pada fiting longgar juga dapat menyebabkan Lampu dirumah sering putus.

Selain kabel pada fiting, kabel yang longgar pada saklar dan kabel instalasi lainnya yang menuju ke lampu tersebut dapat menyebabkan Lampu sering putus.

Selain itu Kabel longgar lama kelamaan akan menyebabkan fiting rusak, terjadi percikan api dan kerusakan lainnya.
Baca juga: Berbagai penyebab timbulnya percikan api pada listrik dirumah

Artkel Terkait  Pasang Iklan di Blog ini, Harga Terjangkau (Expired)

Solusinya:
Periksa kabel-kabel yang terpasang pada fiting, saklar dan kabel-kabel lainnya yang menuju pada lampu tersebut, pastikan terpasang dengan baik, tidak longgar dan pastikan kondisi sambungan-sambungan kabel terpasang dengan baik.

Kualitas lampu kurang bagus
Penyebab lampu sering putus selanjutnya, adalah karena Lampu yang digunakan memiliki kualitas yang kurang bagus, dan tentunya umur lampu tersebut akan lebih pendek.

Solusinya:
Sebaiknya selalu menggunakan Lampu yang berkualitas bagus, berstandar SNI, dan biasanya dari harga lampu dapat diketahui kualitasnya, semakin mahal biasanya semakin bagus, dan gunakan Lampu dengan merek yang sudah terpercaya.
Tips memilih Lampu penerangan yang bagus

Terlalu Sering dinyala-Padamkan
Lampu yang terlalu sering dinyalakan dan dipadamkan, juga dapat menyebabkan lampu sering putus.

Hal ini biasanya terjadi pada salah satu ruangan di rumah seperti kamar mandi, halaman belakang, gudang atau lainnya, Saat ada keperluan di ruangan tersebut maka lampu dinyalakan kemudian setelah selesai lampu dipadamkan dengan tujuan agar hemat listrik.
Cara mengurangi tagihan listrik

Jika hal ini terlalu sering terjadi dalam waktu yang cukup singkat, maka dapat menyebabkan lampu diruangan tersebut sering putus.

Solusinya:
Jangan terlalu sering Lampu dinyala-padamkan, Lebih baik lampu tersebut tetap dinyalakan jika benar-benar diperlukan, atau gunakan lampu dengan watt yang kecil saja untuk ruangan yang tidak terlalu sering digunakan, agar lampu tetap menyala dan Hemat listrik.

Semoga bermanfaat!

Semoga bermanfaat


[ad_2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *