Contoh Soal Prediksi USBN Fisika SMA Bagian II

Posted on

Untuk Pembelajaran selanjutnya…

Soal No.1

Sebutkan langkah- langkah utama dalam metode ilmiah

PEMBAHASAN :
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Langkah – Langkah utama dalam metode ilmiah adalah sebagai berikut.

  1. Merumuskan Masalah
    Penelitian dimulai dengan merumuskan masalah. Dalam kajian ilmiah, masalah didefinisikan sebagai sesuatu yang harus diteliti untuk memperoleh jawaban atas suatu pertanyaan. Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan ilmiah yang bersifat terbuka yang memungkinkan adanya jawaban yang beragam. Rumusan pertanyaan ini perlu dicari jawabannya melalui eksperimen.
  2. Menemukan Hipotesis
    Setelah berhasil merumuskan, langkah selanjutnya adalah mengajukan jawaban sementara atas pertanyaan, yang bernama lain hipotesis. Hipotesis itu harus logis dan diajukan berdasarkan fakta lho ya.
  3. Menetapkan Variabel Penelitian
    Variabel percobaan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Ada tiga jenis variabel, yaitu variabel bebas, variabel terikat/bergantung dan variabel tetap.
  4. Menetapkan Prosedur Kerja
    Prosedur kerja merupakan langkah-langkah kerja yang terperinci dan runtut. Urutan langkah kerja ini dibuat ringkas namun dapat menggambarkan secara tepat pekerjaan yang harus dilakukan. Data tersebut akan memudahkan pelaksanaannya, langkah kerja sebaiknya dibuat dalam bentuk diagram alir.
  5. Mengumpulkan data
    Setiap gejala yang terjadi dalam percobaan harus dicatat saat itu juga. Oleh karena itu, perlunya menyiapkan tabel data pengamatan sebelum melakukan percobaan.
  6. Mengolah dan Menganalisis Data
    Tabel dan grafik merupakan alat yang sangat bermanfaat untuk menyusun dan menganalisis data. Tabel dan grafik ini menampilkan bagaimana variabel terikat berubah sebagai respon terhadap perubahan variabel bebas. Analisis data juga dapat dilakukan dengan menggunakan program komputer untuk pengolahan data.
  7. Membuat Kesimpulan
    Hasil analisis data menghasilkan suatu pola atau kecenderungan. Pola ini dapat dijadikan landasan untuk menarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan adalah suatu pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan dalam kegiatan penelitian. Dalam menyusun suatu kesimpulan, kalian harus memutuskan apakah data yang dikumpulkan mendukung hipotesis atau tidak. Selain itu, harus mengulang suatu penelitian beberapa kali sebelum dapat menarik suatu kesimpulan.
  8. Mengkomunikasikan Hasil Penelitian
Artkel Terkait  Pola keruangan desa dan kota Desa Definisi desa menurut Bintarto (1977) adalah suatu perwujudan geografi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis, politik, dan budaya di suatu wilayah dalam hubungan dengan pengaruh timbal balik dengan daerah-daerah lain. Sedangkan menurut undang-undang No. 5 tahun 1979 tentang pemerintah daerah, desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia. Unsur-unsur desa: 1. Lokasi: luas dan batas wilayah serta penggunaannya 2. Penduduk: jumlah, pertumbuhan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian 3. Tata kehidupan: pola dan ikatan pergaulan sesama penduduk desa 4. Keadaan tanah dan iklim: mempengaruhi hasil dari lahan pertanian 5. Keadaan bentang alam: sebaran desa di daerah yang datar lebih maju Klasifikasi desa: Berdasarkan tingkat perkembangan masyarakat : a. Desa tradisional Ciri-ciri desa tradisional: - Masyarakatnya masih terasing - kebutuhan hidup masih tergantung pada alam - masih terikat adat istiadat - bermatapencaharian sama - kehidupan sosial masih tertutup - wilayah masih terisolasi b. Desa swadaya Ciri-ciri desa swadaya: - wilayahnya terisolir - penduduknya jarang - bersifat tertutup - bermata pencaharian sama - hubungan sosial yang erat - kurangnya sarana dan prasarana c. Desa swakarya Ciri-ciri desa swakarya: - wilayah tidak terisolir - tidak terikat adat istiadat - mulai mengenal teknologi - sarana dan prasarana memadai - lalu lintas lancar d. Desa swasembada Ciri-ciri desa swasembada - Berlokasi di ibukota dan kecamatan - Penduduk padat - Tidak terikat dengan adat istiadat - Sudah memiliki fasilitas yang maju Berdasarkan bentuk ikatannya: a. Desa geneologis, contoh masyarakat Minangkabau b. Desa territorial, contoh masyarakat Jawa dan Madura c. Desa campuran, contoh masyarakat Sumatera Berdasarkan keadaan topografi desa: a. Desa yang wilayahnya datar, transportasi dilakukan dengan mobil, truk, dokar, atau delman. b. Desa yang wilayahnya kasar atau berbukit, transportasi dilakukan dengan kendaraan berat, kuda, ruk, dan pesawat terbang. Berdasarkan unsur letak desa: 1. Pada umumnya menjauhi kota 2. Desa yang dekat dengan kota lebih maju 3. Letak desa berjauhan satu sama lain 4. Perjalanan dari desa ke desa menjauhi kota 5. Lingkungan geografi terletak pada daerah dengan air tanah dangkal 6. Alat transportasi wilayah ini dengan kuda dan kendaraan berat Potensi desa untuk Negara Potensi yang dimiliki desa meliput sumber daya alam dan sumber daya manusia. Potensi tersebut berupa potensi fisik dan non fisik. 1. Potensi fisik meliputi iklim dan cuaca, flora dan fauna, juga tanah dan air 2. potensi non fisik meliputi masyarakat desa, Lembaga-lembaga sosial desa, dan aparatur desa Fungsi desa untuk Negara 1. Desa sebagai hinterland, desa sebagai pemasok kebutuhan karena desa lebih banyak memproduksi daripada mengkonsumsi 2. Desa sebagai sumber tenaga, menyediakan jumlah tenaga kerja yang banyak 3. Desa sebagai bentuk pemerintahan, desa sebagai bentuk terkecil dari pemerintahan 4. Desa merupakan mitra, desa sebagai awal terbentuknya kota sehingga desa merupakan mitra pembangunan negara Pola persebaran desa 1. Pola memanjang (linier) Pola ini biasanya mengikuti arah jalan umum atau jalan besar, masyarakat menyebar di sisi kanan atau kiri jalan raya. 2. Pola tersebar Pola ini terjadi karena kesuburan tanah tidak merata sehingga desa tersebar tidak teratur 3. Pola menyebar Pola ini terjadi karena permukaan wilayah yang kasar sehingga masyarakat menjadi menyebar Kota Menurut Permendagri No. 4 Tahun 1980 kota adalah suatu wadah yang memiliki batasan administrasi wilayah seperti kotamadya dan kota administrative. Kota juga berarti suatu lingkungan kehidupan perkotaan yang mempunyai ciri non agraris. Sedangkan menurut UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah, kota adalah Kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi Kawasan sebagai tempat pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Kota biasanya mengelilingi pusat-pusat daerah kegiatan (PDK), sedangkan wilayah di luar daerah kegiatan disebut selaput inti kota (SIK). Pengelompokkan unit kegiatan di kota yaitu: 1. sentralisasi, kegiatan mengelompok pada suatu titik atau tempat menjadi pusat daerah kegiatan. Keramaian terjadi pada siang hari karena fasilitasnya berupa kantor, bank, toko, dll. 2. nukleasi, sama seperti PDK 3. desentralisasi, kegiatan menjauhi titik utama sehingga menimbulkan pusat-pusat baru 4. segregasi, kelompok perumahan-perumahan yang terpisah karena perbedaan sosial Unit kegiatan yang terjadi di perkotaan sebagai berikut: a. Pertokoan b. Perumahan c. Pemerintahan d. Stasiun e. Pasar f. Sekolah g. Hiburan dan rekreasi Interaksi kota Interaksi yang positif di kota: 1. Pengetahuan penduduk desa meningkat karena adanya sarana Pendidikan 2. Para guru dapat memperoleh pengetahuan yang luas sehingga dapat menjadi penggerak kemajuan warga 3. Teknologi pertanian dan peternakan meningkatkan hasil produksi 4. Banyaknya para ahli sehingga dapat melestarikan lingkungan desa Interaksi yang negative di kota: 1. Banyak lapangan kerja di kota sehingga tenaga kerja untuk pertanian berkurang 2. Tata guna lahan di pedesaan berubah karena perluasan kota 3. Penetrasi kebudayaan kota ke desa 4. Masalah pangan, pengangguran, dan lingkungan Interaksi kota di bidang ekonomi dan sosial budaya 1. Bidang ekonomi - pangan, pakaian, dan perumahan - tenaga kerja - sumber daya alam dan energi - perindustrian 2. Bidang sosial - kepadatan penduduk - jumlah penduduk - perkembangan koperasi dan organisasi sosial - pertambahan penduduk - persebaran penduduk 3. Bidang budaya - kesenian - Bahasa - kemasyarakatan

DOWNLOAD KUMPULAN SOAL PREDIKSI USBN FISIKA BAGIAN II DALAM BENTUK PDF KLIK DISINI

Soal No.2

Dua buah pelat besi diukur dengan menggunakan jangka sorong, hasilnya digambarkan sebagai berikut:


Hitung Selisih tebal kedua pelat besi tersebut berdasarkan aturan angka penting

PEMBAHASAN :

Skala utama                                             2,3 cm (jangka sorong kanan)
Skala Nanonius                                      2 x 0,01 cm =     0,01
Pembacaan alat ukur                          2,3 + 0,01 = 2,31 cm

Skala utama                                             2,3 cm (jangka sorong kiri)
Skala Nanonius                                      2 x 0,04 cm =     0,04
Pembacaan alat ukur                          2,3 + 0,04= 2,34 cm
Jadi Selisih 2,34 – 2,31= 0,03 jika menggunakan aturan angka penting adalah 0,0300 cm

LIHAT JUGA : Soal Prediksi USBN Fisika Bag.1

Soal No.3

Sebuah benda mula-mula di titik A(0,0) kemudian bergerak selama 2 detik ke titik B (4,2). Selanjutnya bergerak lagi selama 3 detik ke titik C (8,6). Hitunglah perpindahan benda tersebut.

PEMBAHASAN :

Dari gambar benda bergerak dari A(0,0) berakhir di  C (8,6) artinya perpindahan benda jika diurakan berdasarkan komponennya: 8 satuan pada sumbu x dan 6 satuan pada sumbu y maka perpindahan total Δs =  = 10 meter

LIHAT JUGA : Soal Prediksi USBN Fisika Bag.3

Soal No.4

Sebuah mobil A sedang mengejar mobil B dengan kelajuan konstan 60 m/s. mobil A tertinggal dari mobil B sejauh 600 meter di lintasan lurus. Ketika itu mobil B melaju dengan kelajuan konstan 30 m/s. Berapa waktu yang dibutuhkan mobil A untuk menyusul mobil B.

PEMBAHASAN :
Pada saat menyusul, jarak kedua mobil sama dan waktu yang sama.
SA = SB
S0A + VAt = S + VBt
0 + 60t = 600 + 30t
30t = 600
t = 20 detik

Soal No.5

Sebuah alat menggunakan sistem roda-roda seperti gambar berikut.

Roda Ra, Rb, dan Rc masing-masing memiliki jari-jari 40 cm, 50 cm, 20 cm. Bila roda Ra diputar dengan laju 35 putaran per detik searah jarum jam, hitunglah laju dan arah putaran roda Rc!

Artkel Terkait  Dalam permainan bulu tangkis, pada saat posisi pemain berada di bagian belakang lapangan hendaknya

PEMBAHASAN :
Berikut aturan sistem roda – roda

  1. Dua roda yang sepusat
    • Arah putar kedua roda sama
    • Kecepatan sudut kedua roda sama
  2. Dua roda yang bersinggungan
    • Arah putar kedua roda berlawanan
    • Kecepatan linier kedua roda sama
  3. Dua roda yang dihubungkan dengan tali atau sabuk
    • Arah putar kedua roda sama
    • Kecepatan linier kedua roda sama

Untuk soal di atas:
Roda A dengan Roda B
Hubungan untuk kedua roda ini adalah dua roda yang saling bersinggungan, untuk situasi ini arah putar kedua roda berlawanan, artinya roda A searah jarum jam maka roda B berlawanan dengan arah jarum jam. Sedangkan besar kecepatan sudut roda B dapat dicari dari persamaan berikut.
vA = vB
ωARA = ωB RB
35 put/s. 40 cm = ωB 50 cm
ωB= 28 put/s

Roda B dengan Roda C
Hubungan untuk kedua roda ini adalah dua roda yang sepusat, untuk situasi ini arah putar kedua roda sama artinya putaran roda C sama dengan puritan roda B yaitu berlawanan dengan arah jarum jam. Sedangkan besar kecepatan sudut roda C sama dengan besar kecepatan sudut B yaitu ωC = ωB= 28 put/s (karena sepusat)

Soal No.6

Buah kelapa bermassa 1 kg jatuh bebas dari ketinggian 9 meter diatas tanah. Jika g = 10 m/s2, hitunglah besar kecepatan buah kelapa tersebut ketika energi kinetiknya = dua kali energi potensialnya.

PEMBAHASAN :
Jika gaya yang bekerja pada suatu benda adalah gaya konservatif, maka jumlah energi kinetik dan energi potensial selalu konstan

EMA= EMB
EKA + EPA = EKB + EPB
Kondisi jatuh bebas (vA = 0 akibatnya EKA = 0)
Jika EKB = 2 EPB maka:
EPA = 2 EPB + EPB
EPA = 3 EPB
mghA= 3 mghB
hA = 3 hB
hB= hA/3
hB= 9/3
hB= 3
EKB = 2 EPB
½ mvB2 = 2mghB
vB2 = 4ghB
vB2 = 4.10.3
vB2 = 120
vB = 2 ≈ 11 m/s

Soal No.7

Artkel Terkait  Bagaimana pandangan saat aba-aba "bersedia" pada start jongkok?

Sebuah bintang mempunyai 2 buah planet yang mengitarinya yaitu planet A dan B. Yang pertama berada sejauh 9500 km dari pusat bintang sedang yang kedua sejauh 24500 km. Berapa Perbandingan periode As terhadap B sewaktu mengitari bintang tersebut.

PEMBAHASAN :

Soal No.8

Sebuah benda bermassa 2 kg yang sedang laju tetap tiba-tiba menumbuk karung pasir sehingga mengalami gaya F sebagai fungsi waktu seperti pada grafik.

Hitunglah Perubahan laju benda selama 4 detik pertama!

PEMBAHASAN :

I = ΔP
I = m Δv
15,2 = 2 Δv
Δv = 7,6 m/s

Soal No.9

Pada latihan olah raga panahan, anak panah dikaitkan pada tali busur, kemudian ditarik ke belakang dengan gaya 20 N sehingga tali busur meregang sejauh 20 cm. Gesekan udara diabaikan, massa anak panah 250 gram, berapa kecepatan anak panah saat melesat dari busur!

PEMBAHASAN :
Mpegas = 250 gram = 0,25 kg
F = 20 N
Δx = 20 cm = 0,2 m

Pada kasus di atas terjadi perubahan energy potensial pegas menjadi energi kinetik
EK = EP
½ mv2 = ½ k Δx2
mv2 = k Δx2
0,25 v2 = 100. 0,22
0,25 v2 = 100. 0,04
V2 = 16
V = 4 m/s

Soal No.10

Perhatikan gambar berikut ini

Sebuah peluru A ditembakan mendatar dari ketinggian 500 m di atas tanah dengan kecepatan V . Sasaran B berada pada jarak mendatar 1300 m dan sedang  melaju 20 m/s  searah dengan peluru mula-mula.  Hitunglah besar V Agar peluru tepat mengenai sasaran.

PEMBAHASAN :

Pada gerak parabola, searah sumbu X berlaku:
X = 1300 + Vbenda tbenda
Supaya berbarengan maka tbenda = tjatuh = 10 detik
X = 1300 + 20.10
X = 1300+ 200
X = 1500
Pada gerak parabola hubungan X dengan Vpeluru
X = Vpeluru. tjatuh
1500 = vpeluru 10
vpeluru = 150 m/s

DOWNLOAD KUMPULAN SOAL PREDIKSI USBN FISIKA BAG.II DALAM BENTUK PDF KLIK DISINI

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *